Sistem Informasi Desa Baseh

Geliat Petani Mengolah Lahan Sawah

Geliat Petani Mengolah Tanah

Langit timur baru saja semburat jingga, namun pematang sawah di Desa Baseh sudah ramai. Inilah geliat petani mengolah tanah usai panen raya. Tidak ada kata libur bagi mereka, karena tanah yang diam berarti perut rakyat ikut lapar.

Suara deru mesin traktor bersahutan. Di petak yang luas, traktor merah membajak tanah kering menjadi gembur. Bajak besinya berputar, membalik bongkahan tanah sambil membenamkan sisa jerami menjadi pupuk alami. Di petak sebelahnya, seorang petani tua masih setia dengan kerbau dan bajak kayu. Sekali-kali ia berhenti menyeka keringat di kening, lalu kembali menuntun kerbaunya membelah lumpur.Anak-anak muda desa juga tak mau kalah. Mereka sibuk memperbaiki galengan yang jebol, membersihkan saluran air, dan meratakan lumpur dengan garu. Lumpur muncrat membasahi kaki dan celana mereka, tapi tawa tetap pecah di tengah terik. Bagi petani, lumpur bukan kotor, melainkan tanda kehidupan yang akan datang.

Setelah tanah gembur dan air sudah menggenang rata, wajah para petani tampak puas. Esok atau lusa, bibit padi hijau akan kembali ditanam. Geliat mengolah tanah ini adalah siklus abadi. Dari peluh yang menetes ke lumpur, tumbuh harapan bernama padi. Dari tanah yang diolah, tegaklah ketahanan pangan bangsa.


Tulis Komentar